Puguh Dwiko Susanto Raih Emas Pertama Porprov 2026Puguh Dwiko Susanto mempersembahkan medali emas pertama bagi Kabupaten Pekalongan pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Loading

PEKALONGAN – Puguh Dwiko Susanto raih emas pertama bagi kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Atlet Hapkido tersebut menjadi juara nomor U-62 kilogram setelah mengalahkan atlet Kabupaten Grobogan pada partai final di GOR Baru Kendal, Rabu (21/10/2026).

Prestasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Pekalongan Raya. Raihan emas Puguh sekaligus membuka peluang kontingen Kabupaten Pekalongan untuk menambah perolehan medali dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Keberhasilan ini juga menjadi dorongan bagi atlet-atlet dari cabang olahraga lainnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa nama Kabupaten Pekalongan ke podium juara.

Puguh Dwiko Susanto Raih Emas Pertama Kabupaten Pekalongan

Perjalanan Puguh menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Atlet Hapkido tersebut harus melewati tiga pertandingan sebelum memastikan gelar juara pada nomor U-62 kg.

Dalam perjalanannya, Puguh menghadapi atlet asal Kabupaten Kudus dan Kota Semarang. Ia kemudian berhadapan dengan atlet Kabupaten Grobogan pada partai final.

Dengan penampilan yang meyakinkan, Puguh mampu menuntaskan pertandingan terakhir dan memastikan medali emas pertama bagi kontingen Kabupaten Pekalongan di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi tim Hapkido Kabupaten Pekalongan untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Selain meningkatkan kepercayaan diri atlet, prestasi Puguh juga memperkuat harapan masyarakat terhadap peluang daerah dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.

Hapkido Kabupaten Pekalongan Tambah Dua Medali Perunggu

Pelatih Hapkido Kabupaten Pekalongan, Harjunarko, mengatakan timnya menurunkan enam atlet pada hari pertama pertandingan. Dari enam atlet tersebut, satu atlet berhasil meraih medali emas, dua atlet membawa pulang medali perunggu, sedangkan tiga atlet lainnya belum berhasil melanjutkan persaingan.

Dua medali perunggu diraih Rafika Yulianto pada nomor U-78 kg dan Farid Afriyanto pada nomor U-54 kg.

Menurut Harjunarko, Rafika dan Farid sebenarnya memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, cedera yang dialami saat pertandingan memengaruhi penampilan keduanya.

Rafika mengalami cedera lutut, sedangkan Farid mengalami cedera tangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi para atlet selama pertandingan berlangsung.

Meski demikian, raihan satu emas dan dua perunggu pada hari pertama menjadi hasil positif bagi tim Hapkido Kabupaten Pekalongan.

Harjunarko menyebut masih terdapat empat nomor pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada hari kedua. Ia berharap para atlet yang kembali bertanding mampu menjaga kondisi, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan hasil terbaik.

Keberhasilan Puguh Dwiko Susanto raih emas di Porprov Jateng 2026 menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Prestasi tersebut diharapkan memotivasi atlet dari cabang olahraga lain untuk meningkatkan perolehan medali.

Raihan emas Puguh Dwiko Susanto juga menjadi modal positif bagi kontingen Kabupaten Pekalongan dalam melanjutkan perjuangan di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Ia juga meminta doa serta dukungan masyarakat agar perjuangan atlet Hapkido Kabupaten Pekalongan dapat kembali menghasilkan prestasi membanggakan.

KONI Kabupaten Pekalongan Targetkan Dua Emas dari Hapkido

Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Suryono, mengaku bangga atas keberhasilan Puguh Dwiko Susanto meraih medali emas pertama bagi kontingen daerahnya.

Menurut Suryono, Hapkido menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Pekalongan untuk mendulang medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Kabupaten Pekalongan menargetkan dua medali emas dari cabang olahraga tersebut. Target itu mengacu pada hasil Porprov sebelumnya, ketika Hapkido mampu menyumbangkan dua medali emas bagi Kabupaten Pekalongan.

Suryono berharap keberhasilan Puguh menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berjuang dan menyusul dengan prestasi terbaik.

Bagi Kabupaten Pekalongan, pencapaian tersebut bukan sekadar tambahan medali. Hasil pertandingan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga, memperkuat mental bertanding atlet, serta mendorong lahirnya atlet berprestasi dari daerah.

Kontingen Kabupaten Pekalongan Bersaing di Sejumlah Cabang Olahraga

Suryono menjelaskan, meskipun pembukaan resmi Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan pada 25 Oktober, sejumlah cabang olahraga telah memulai pertandingan lebih awal sesuai jadwal yang ditetapkan KONI Jawa Tengah.

Selain Hapkido, kontingen Kabupaten Pekalongan juga mengikuti pertandingan sepak takraw yang masih berada pada babak penyisihan.

Selanjutnya, atlet Kabupaten Pekalongan dijadwalkan berlaga pada cabang olahraga selam dan binaraga. Peluang penambahan medali masih terbuka seiring berlangsungnya rangkaian pertandingan di berbagai cabang olahraga.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Dalam kurun waktu tersebut, perjuangan para atlet Kabupaten Pekalongan akan menjadi perhatian masyarakat yang berharap daerahnya mampu mencatatkan hasil maksimal.

Emas Pertama Jadi Penyemangat Masyarakat Pekalongan Raya

Keberhasilan Puguh Dwiko Susanto meraih emas pertama menjadi awal positif bagi kontingen Kabupaten Pekalongan. Prestasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat seluruh atlet yang masih berjuang dalam kompetisi.

Dukungan masyarakat, pembinaan yang berkelanjutan, serta kesiapan atlet menghadapi pertandingan menjadi faktor penting dalam upaya meraih hasil terbaik.

Bagi masyarakat Pekalongan Raya, prestasi di Porprov juga menjadi kebanggaan daerah sekaligus dorongan agar pembinaan olahraga terus diperkuat, mulai dari tingkat usia dini hingga atlet yang berlaga di kompetisi tingkat provinsi.

Dengan masih berlangsungnya sejumlah pertandingan, peluang Kabupaten Pekalongan untuk menambah medali tetap terbuka. Raihan emas Puguh diharapkan menjadi langkah awal bagi kontingen untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *