PEKALONGAN RAYA – Pertemuan warga Dusun Gintung, Desa Pecangakan, pada Minggu malam, 19 Oktober 2026, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang digelar di kediaman Wahyudi atau Wayud tersebut dihadiri sekitar 500 warga, terutama dari wilayah Rukun Tetangga (RT) 4, 5, 6, dan 7.
Pertemuan itu menjadi ajang penyampaian aspirasi dan dukungan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pecangakan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026. Dalam kesempatan tersebut, calon kepala desa Pujowaluyo mengajak para pendukungnya menjaga solidaritas dan tidak membiarkan perbedaan pilihan politik merusak hubungan antarwarga.
Pujowaluyo Ajak Warga Jaga Persatuan Jelang Pilkades Pecangakan
Dalam penyampaiannya, Pujowaluyo menyebut Pilkades Pecangakan sebagai titik awal perjuangannya untuk memperoleh kesempatan mengabdi kepada masyarakat desa.
Ia berharap warga yang mendukung langkahnya tetap menjaga kekompakan serta mengutamakan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan sampai kita tercerai-berai, apalagi bertengkar dengan tetangga hanya karena berbeda pilihan. Persatuan kita lebih berharga daripada apa pun,” pesannya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah dinamika menjelang pemilihan kepala desa. Bagi masyarakat, perbedaan dukungan semestinya tidak menghilangkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan desa.
Kiai Kusnan Munawir Sampaikan Dukungan kepada Pujowaluyo
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kiai Kusnan Munawir dari Pecangakan. Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada Pujowaluyo dan mengajak masyarakat bersatu memenangkan calon tersebut.
Kiai Kusnan bahkan menyampaikan harapan agar Pujowaluyo dapat meraih lebih dari 70 persen suara. Angka tersebut merupakan target atau harapan dukungan yang disampaikan dalam pertemuan, bukan hasil pemilihan.
Selain berbicara mengenai dukungan, Kiai Kusnan menekankan pentingnya kedekatan seorang pemimpin desa dengan ulama. Menurutnya, ulama dapat memberikan arahan moral dan bimbingan agar pemimpin menjalankan amanah dengan baik.
“Ulama adalah penerus risalah Nabi. Mereka senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada pemimpin, agar pemerintahan berjalan di atas jalur amanah — menyejahterakan masyarakat dan mewujudkan desa yang baik, penuh keberkahan serta kemakmuran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pengalaman masa lalu ketika sejumlah pemimpin desa dinilai terkesan menjauh dari masyarakat dan ulama. Menurut pandangannya, komunikasi yang baik antara pemimpin, ulama, dan warga penting untuk menjaga kepercayaan serta mendorong pembangunan desa.
Adab dan Kerja Nyata Jadi Sorotan
Kiai Kusnan turut memberikan penilaian positif terhadap sosok Pujowaluyo. Ia menyebut calon kepala desa tersebut sebagai seorang pemuda yang berhasil dalam usaha dan dikenal memiliki sopan santun serta penghormatan kepada orang tua.
“Pujowaluyo adalah pemuda yang tidak hanya sukses dalam usahanya, tetapi juga dikenal beradab dan memiliki unggah-ungguh yang tinggi kepada orang tua. Sopan santun dan rasa hormat tersebut adalah tanda seorang pemimpin yang tenang, bijaksana, dan layak dipercaya memegang amanah,” katanya.
Penilaian tersebut merupakan pandangan Kiai Kusnan terhadap calon yang didukungnya. Dalam kontestasi Pilkades, rekam jejak, gagasan, kemampuan mengelola pemerintahan desa, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan warga.
Harapan terhadap pemimpin desa juga berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga keterbukaan dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Pilkades Pecangakan Diharapkan Berjalan Damai
Menjelang pemungutan suara pada 9 November 2026, ajakan menjaga persatuan menjadi pesan utama dalam pertemuan warga Dusun Gintung tersebut.
Di akhir penyampaiannya, Kiai Kusnan Munawir mendoakan agar langkah Pujowaluyo ke depan berjalan lancar dan mendapat keberkahan. Ia juga berharap kekompakan warga Pecangakan tetap terjaga serta dukungan kepada calon kepala desa diwujudkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Dinamika Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap menghormati perbedaan pilihan, menjaga ketertiban, serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya secara bebas.
Selain menjaga kerukunan, masyarakat Pecangakan juga berharap Pilkades dapat menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan desa. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, menampung aspirasi tanpa membedakan pilihan politik, serta menjalankan program berdasarkan kebutuhan warga. Dengan demikian, suasana demokrasi di tingkat desa tetap kondusif dan hubungan antarwarga terjaga setelah pemungutan suara selesai.
Bagi warga Pecangakan, pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang memiliki pilihan berbeda, demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan desa.
